Kamis, 28 Februari 2013

PSPS Kalah Karena SVD Tak Mudah Dihentikan





"Kami sempat berharap bisa mencuri angka setelah mencetak gol cepat, namun tuan rumah memberi tekanan sepanjang sisa pertandingan. Pemain kami tidak siap meredam penyerang Persib," kata Mundari Karya.

Ia menyebutkan telah mengantisipasi kemungkinan permainan agresif dan kebangkitan Persib di Bandung, namun ternyata pemainnya tetap harus kecolongan tiga gol pada babak kedua.

"Saya melihat Sergio van Dick memberikan perubahan bagi permainan Persib, pergerakannya sulit dihentikan," katanya. [ito]

Sahar-Maman Dipertimbangkan Diturunkan Vs Persija





Dia mengatakan, penampilan dua pemain tersebut cukup memuaskan sebagai pengganti I Made Wirawan dan Naser Al Sebai yang diparkir dalam pertandingan tersebut.

Menurutnya, kedua pemain tersebut masuk dalam pertimbangannya sebagai pemain yang akan diturunkan untuk menghadapi Persija Jakarta, Minggu (3/3) sore nanti.

"Sahar dan Maman sebagai pemain yang baru diturunkan di kompetisi musim ini, cukup memuaskan. Saya pikir perlu dipertimbangkan untuk mereka di pertandingan ke depan," ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan usai pertandingan lalu.

Seperti diketahui, pada enam laga sebelumnya Made Wirawan selalu dipercaya sebagai penjaga gawang utama Maung Bandung. Namun, pemain asal Bali tersebut kemrin diistirahatkan.

Sedangkan Maman, sejak kedatangan bek asing asal Suriah, Naser, pemain asal Bekasi tersebut harus rela tempat utamanya tergeser, karena kebutuhan tim yang menginginkan bek jangkung di lini belakang dalam mengantisipasi bola atas.

Namun, Djanur kemarin kembali memberi kepercayaan Maman bermain sebagai bek. Dan kemarin PSPS disikat Maung Bandung dengan skor telak 4-1. [ito]

Djanur Fokus Perbaiki Klasemen





Sempat terperosok di dasar klasemen dan kini akhirnya mampu beranjak ke papan tengah, belum membuatnya puas. Apalagi situasi tersebut masih belum aman, karena tim lain berpeluang kembali menyalip.

"Sekarang masih perlu konsentrasi untuk pertandingan. Kita masih ketinggalan jauh dari poin dan klasemen. Ya walaupun kita paling sedikit menjalani pertandingan. Cuma orang kan tidak mau tahu. Jadi kita fokus untuk persiapan pertandingan nanti," ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Kamis (28/2).

Disinggung kesiapan tim menghadapi Persija Jakarta, Minggu (3/3) nanti, Djanur merasa bersyukur karena kemenangan 4-1 atas PSPS Pekanbaru lalu sudah mengangkat mental bertanding Firman Utina dan kawan-kawan yang sempat terpuruk, karena menelan dua kekalahan beruntun dalam tur Kalimantan beberapa waktu lalu.

"Insya Allah sudah mulai naik, walaupun kemarin berat. Malah berat sekali, karena psikologis berpengaruh karena kalah di Kalimantan kemarin," ucapnya.

Sementara mengenai kejelasan George Parfait Mbida Messi, yang tak kunjung pulang ke Kota Bandung pascapulang kampung ke Kamerun, mantan arsitek Pelita Jaya ini masih belum dapat memastikan kapan pilar andalannya tersebut pulang.

Namun kemungkinan besar, pemain berusia 32 tahun tersebut masih tetap absen kala Persib bertandang ke markas Sriwijaya FC, 9 Maret nanti, kendati kabarnya pemain bernomor punggung 80 tersebut sudah pulang ke Kota Bandung pada 7 Maret.

"Soal Messi saya belum ada kabar. Kalau kata Yudiana tanggal 7, mungkin juga. Kemungkinan dia main lawan Sriwijaya, kayaknya masih belum," tandasnya. [ito]

Maman Terkesan dengan Laga Lawan PSPS





Sebab, pertandingan tersebut merupakan debut perdananya bersama Persib di ISL musim ini. Sejak kehadiran Naser Al Sebai, pemain bernomor punggung 5 itu hanya berstatus sebagai pelengkap, penghangat bangku cadangan.

Enam laga dilewati Maman sebagai penonton, karena Pelatih Djadjang Nurdjaman lebih memilih Naser ketimbang dirinya.

Namun di pertandingan kontra PSPS, Maman diberi kepercayaan untuk bermain selama 90 menit.

Mengenai pertandingan perdananya tersebut, Maman mengaku sempat nervous karena sudah lama tak merumput di laga resmi.

"Kalau kagok sih enggak. Kan tiap hari latihan. Cuma memang situasinya (situasi pertandingan) saja yang berbeda. Alhamdulillah kami bisa menang," Maman kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Kamis (28/2) siang.

Apalagi kata Maman, situasi saat pertandingan cukup berat bagi pemain karena dituntut untuk meraih kemenangan agar dapat mengangkat moral pemain yang sebelumnya terpuruk akibat dua kekalahan di tur Kalimantan beberapa waktu lalu.

"Ada tekanan harus menang. Dan posisi di klasemen juga kami berada di bawah. Alhamdulillah kami bisa atasi itu," ucapnya.

Sedangkan mengenai penampilan perdananya dan kembali berkesempatan berduet dengan Abanda Herman, dia mengaku tak masalah. Dia pun bersyukur, karena kembali mendapat kepecayaan untuk bermain.

"Masih banyak yang harus diperbaiki. Duet sama Abanda, sudah biasa. Saya berterima kasih kepada tim pelatih dan manajemen yang sudah mempercayai saya. Juga untuk teman-teman," ucapnya.

Sementara mengenai desas-desus laga kontra Persija Jakarta, yang dikabarkan digelar tanpa penonton. Mantan pemain PSIS Semarang ini berharap hal tersebut tidak terjadi, karena dia mengaku dukungan penuh dari bobotoh sangat diharapkan para pemain untuk menyuntikkan semangat bertandingan mereka untuk meraih kemenangan di laga tersebut.

"Harapannya bisa disaksikan penonton," harapnya. [ito]

Persib Pastikan Laga Vs Persija Disaksikan Bobotoh





Dia mengatakan, akan sangat tidak etis jika pertandingan digelar tanpa penonton. Sebab, menurutnya sepakbola adalah hiburan bagi masyarakat Kota Bandung.

"Lawan Persija Insya Allah kita usahakan di Jalak. Ini hiburan masyarakat Kota Bandung. Jadi kita usahakan dengan penonton," ujar Umuh kepada wartawan.

Lanjut Umuh, demi merealisasikan keinginannya tersebut, dirinya sudah berbicara dengan Irjen Pol. TB Anis Angkawijaya dan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Nasser, agar Persib dapat menggelar pertandingan dengan penonton.

"Saya juga sudah bicara dengan Pak Kapolda. Dia sudah mengizinkan. Sama bupati juga saya sudah persilakan. Tapi kita tetap mengikuti aturan yang berlaku," tandasnya. [ito]

Rabu, 27 Februari 2013

Persib Lawan PSPS, Maman Abdurahman Siap Merumput






Keinginan Maman begitu menggebu, maklum sejak digulirkannya ISL musim ini, mantan PSIS Semarang ini belum sekalipun manggung. Padahal sebelumnya, dia selalu menjadi pilihan utama, siapapun yang menjadi pelatihMaung Bandung.
Namun di musim ini, sejak hadirnya Naser Al Sebai, Maman pun terpaksa mengalah. Djanur -sapaan Djadjang- lebih memilih Naser, ketimbang pemain asal Bekasi tersebut.
Dia pun tak menampik, cedera dan lunturnya kepercayaan pelatih terhadapnya sempat membuatnya down. Namun seiring berjalannya waktu, motivasinya kembali naik.
"Sejauh ini memang ada sedikit kepercayaan diri yang agak berkurang. Tapi setelah kita sering uji coba dan latihan, saya pikir sekarang sudah mulai bagus lagi. Kepercayaan diri saya sudah mulai naik lagi. Sudah mulai timbul pelan-pelan," ujar Maman kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).
Terlebih, kans dia untuk bermain kontra PSPS terbuka lebar. Seiring menurunnya penampilan Naser, Djanur sepertinya mulai kembali mempercayai Maman untuk menjaga lini belakang. Ini terlihat dalam beberapa sesi latihan terakhir, dimana mantan asisten pelatih Pelita Jaya tersebut menggabungkan Maman dengan pemain lain yang selama ini selalu menjadistarter.
"Sebenarnya semua pemain punya kans. Sekarang tinggal bagaimana kita menunjukkannya saja. Abanda, Naser, saya, Aang punya peluang yang sama untuk bermain. Tinggal bagaimana pelatih memilih. Yang pasti, siapapun yang bermain harus siap dan saya selalu mendukung pemain yang diberi kepercayaan oleh pelatih," tandasnya.[den]

Persib Langsung Pasang 3 Striker, Maman Main Lagi





Berikut line up Persib Bandung :

Shahar Ginanjar, Abanda Herman, Maman Abdurahman, Tony Sucipto, Supardi, M Ridwan, Firman Utina (C), Hariono, Herman Dzumafo Epandi, Sergio Van Dijk, Adhacihara Kenji.

Pemain Cadangan :

I Made Wirawan, Naser Al Sebai, Asri Akbar, M Agung Pribadi, Jajang Sukmara, Atep dan Air Langga.

Pelatih : Djadjang Nurdjaman

PSPS Pekanbaru :

Amin Syarifudin, Glen Pauluakan, Amrizal (C), Tsimi Joel, Bobby Satria, Ade Suhendar, Lee Sou Hyong, Rudi Widodo, Selamet Riyadi, Makan Kanote, Mdyaye Pepe Latyr

Pemain Cadangan :

Fance Haryanto, Gusripen Efendi, M Ilham, Trias Budi Susanto, M Zahrul Azhar, Jibby Wuwungan dan M Isnaini

Pelatih : Mundari Karya [ito]

Terkam PSPS 4-1, Tuah Siliwangi Terjaga





Kemenangan tersebut semakin memperpanjang rekor tak terkalahkan Firman Utina dan kawan-kawan di laga kandang. Empat gol kemenangan Persib diciptakan oleh Supardi Nasir di menit 24, Sergio van Dijk menit 56, kemudian di menit 75 oleh Muhammad Ridwan, dan terakhir gol penalti Hermand Dzumafo Epandi di menit 80. Sedangkan satu gol PSPS dicetak Makan Konate di menit 2.

Di laga ini, Firman Utina dan kawan-kawan berhasil menunjukkan semangat pantang menyerah. Meski dalam kondisi psikologis yang belum bagus, mereka mampu menggulung tamunya dengan skor telak meski sempat tertinggal terlebih dahulu.

Pelatih Djadjang Nurdjaman mengaku puas karena timnya mampu bangkit dari keterpurukan usai dipukul dua raksasa Kalimantan, Persisam Samarinda dan Mitra Kukar di laga tandang. Kendati demikian, dia menilai timnya masih ada kekurangan mengingat level lawan yang dihadapi Firman Utina dan kawan-kawan masih berada di bawah.

"Selamat kepada pemain kami karena berhasil memenangkan pertandingan, setelah mengalami situasi tak mengenakkan dalam tim sebelumnya. PSPS bisa dikatakan kalah materi dengan kita, tapi masih bisa kasih perlawanan. Malah sempat ketinggalan 1-0. Itu saya rasa karena pemain kami masih nervous. Belum bisa main lepas. Untungnya di babak kedua, kami makin berkembang dan bisa mencetak tiga gol tambahan. Saya juga memberikan selamat kepada PSPS, karena mereka dua dari 18 tim yang paling sedikit kebobolan," ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan usai pertandingan.[ang]

Senin, 25 Februari 2013

Manajer Persib Bakal Lakukan Evaluasi Total







"Hasil tur Kalimantan akan kita evaluasi semuanya, kenapa bisa kalah dua kali berturut-turut, inienggak ngerti," kata Umuh, Minggu (24/2/2013).
Umuh memandang, Persib seharusnya bisa menuai hasil lebih baik. Apalagi jika berkaca pada materi pemain mumpuni di setiap lini. Seharusnya minimal, kata dia, Persib bisa memaksakan hasil imbang.
"Bila melihat materi tim sekarang, seharusnya Persib tidak kalah. Bermain sudah bagus, laga tandang Papua juga Persib bermain bagus. Ini yang saya tidak mengerti, ada apa ini bisa seperti ini. Saya benar-benar sangat sedih," ungkap dia.
Melihat kondisi tersebut, dia pun tidak akan tinggal diam. Bahkan akan bertindak secara tegas untuk dapat membenahi Maung Bandung.
"Kita gali kekurangan tim, semua dikontrak untuk dapat memberikan kontribusi kepada Persib bukan hanya duduk di bangku cadangan. Semua harus main. Kali ini saya akan tegas kepada pemain dan pelatih, Persib tidak boleh seperti ini terus, Persib harus bisa menunjukkan prestasinya," pungkas Umuh. [den]

Sabtu, 23 Februari 2013

Cetak Gol, Dzumafo Tak Ingin Selebrasi Berlebihan





Terlebih saat Maung Bandung menjamu mantan tim dirinya PSPS Pekanbaru, Rabu (27/2/2013) nanti.

“Setelah dua pertandingan kemarin, tim harus kembali fokus untuk menatap pertandingan nanti,” kata Dzumafo di Mes Persib Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Sabtu (23/2/2013).

Meski tim lawan yang akan dihadapi nanti telah membesarkan namanya dikancah sepak bola nasional, namun Dzumafo tetap akan memberikan perlawanan maksimal untuk dapat memenangi pertandingan guna kembali masuk di urutan 10 besar anak tangga ISL.

“Kalau secara emosional pasti ada ketika nanti berhadapan dengan mantan tim aku dulu. Memang PSPS tim yang besarkan aku di Indonesia. Senang lawan mereka, apalagi sudah lama nggak lawan mereka,” ucapnya.

Sejak bergulirnya kompetisi ISL Januari lalu, Maung Bandung memang baru pertama kali berhadapan dengan tim asuhan Mundari Karya. Hal tersebut juga menjadi suatu hal yang dinantikan pemilik nomor punggung 99 tersebut.

“Aku tunggu hari itu, bukan karena apa. Tetapi karena harus menjadi pertandingan yang indah, karena apa, aku bermain untuk mereka dulu. Sekarang jadi lawan mereka,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah nanti akan menargetkan gol di gawang mantan timnya, dirinya pun enggan berandai-andai. Pasalnya sudah menjadi tugas seorang striker untuk memberikan gol kepada tim yang dibelanya saat ini.

“Soal gol, kita akan lihat. Andai aku cetak gol. Selebrasi pun aku rasa nggak perlu, untuk menghargai mereka,” jelasnya. [ito]

Van Dijk Tak Ikut Pilgub karena Tak Ada di DPT





Saya belum bisa ikut pemilihan karena masih baru tinggal di Bandung, belum enam bulan, sehingga tidak terdaftar di DPT," ujar Sergio kepada wartawan dikediaman manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, Kiara condong, Kota Bandung, Minggu (24/02/2013).

Sementara itu, pemain berkepala plontos tersebut mengharapkan, siapapun gubernur Jabar yang terpilih memiliki kontribusi yang positif bagi kemajuan Persib.

"Kandidat cagub semuanya bagus, siapapun nanti yang menjadi gubernur yang pasti sebagai pemain sepakbola profesional, saya berharap ada partisifasi positif dari gubernur nanti," kata pemain yang di juluki SvD ini. [ing]

SVD: Persib Vs Persija Seperti Madrid Vs Barca





Namun mengenai pertandingan berat yang harus dilalui Maung Bandung, menghadapi rival abadi Persija Jakarta pada 3 Maret mendatang, pemain kelahiran Assen, Belanda, 6 Agustus 1982 ini berharap, dirinya dapat memberi kontribusi besar bagi tim untuk mendapat kemenangan.

Apalagi dia menilai, bobotoh pasti akan senang jika Maung Bandung berhasil mengatasi musuh abadinya tersebut, di pertandingan super berat nanti.

"Saya sudah nonton sepakbola Indonesia dari empat tahun lalu. Saya juga lihat Persib lawan Persija imbang 2-2 di Jakarta. Maman buat skor gol waktu itu. Saya juga tahu ada rivalitas tinggi antara Persib dan Persija. Sama seperti di Espana (Spanyol), Barcelona dan Madrid,” katanya.

“Saya tahu pertandingan lawan Persija penting. Itu pertandingan besar untuk bobotoh. Tentu saya mau berikan performa terbaik. Tapi, tidak di pertandingan lawan Persija saja. Tapi harus di pertandingan lain. Walaupun saya tahu pertandingan itu penting. Prestise. Saya mau bantu kasih kemenangan. Karena semua pemain Persib pasti mau main di pertandingan ini. Mudah-mudahan saya bisa kasih yang terbaik," pungkasnya. [ito]

Nyaman di Persib, SvD Butuh 3 Pekan untuk Tune In





Dia merasa, dari dua kali penampilan yang sudah dijalaninya bersama Firman Utina dan kawan-kawan, penampilannya belum maksimal.

Kendati demikian, pemain berusia 30 tahun ini optimistis, dalam tiga pekan ke depan dirinya sudah paham akan karakter permainan skuad Maung Bandung.

"Saya belum begitu mengenal karakter pemain lain. Butuh 2-3 minggu untuk adaptasi. Karena hal seperti itu tidak bisa sehari atau dua hari. Apalagi saya baru lima kali berlatih bersama mereka,” katanya.

“Tapi saya yakin, melihat kualitas pemain Persib dan ada juga pemain yang bantu, saya pasti bisa mengenal karakter pemain lain dengan baik," ujar Van Dijk kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Sabtu (23/2/2013) siang.

Ia menyatakan sudah merasa nyaman di Persib. “Sekarang tinggal latihan terus dan harus beradaptasi dengan baik, agar bisa beri Persib yang terbaik," sambungnya.[ito]

Siap Dipanggil Timnas, SVD Pilih Fokus ke Persib


Oleh: Alpauji
Kabar terkini - Minggu, 24 Februari 2013 | 08:14 WIB


Dia merasa, dari dua kali penampilan yang sudah dijalaninya bersama Firman Utina dan kawan-kawan, penampilannya belum maksimal.

Disinggung soal kewajibannya membela Timnas Indonesia, jika sewaktu-waktu dipanggil, mantan pemain Adelaide United ini mengaku tak masalah.

Hanya saja, dia kini ingin fokus bersama Maung Bandung, mengarungi kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013.

"Kalau dipanggil timnas, saya siap. Tapi saya fokus di Persib dulu. Saya ingin beri Persib menang. Minggu depan kita harus menang. Kalau pelatih timnas pilih saya, saya akan dengar. Tapi saya mau fokus di Persib. Main bagus dan mudah-mudahan bisa bantu kasih prestasi," ucapnya. [ito]

Putaran I, Umuh Targetkan Persib Masuk 5 Besar





Umuh berharaptarget tersebut dapat melecut semangat pemain untuk lebih baik kedepan. Sekalipun, dua kekalahan dari Mitra Kukar dan Persisam Samarinda menjerumuskan tim kebanggaan bobotoh ini ke urutan 14 klasemen sementara ISL 2013.
"Di putaran pertama, minimal tidak boleh lebih dari posisi lima. Harus lima besar," ujar Umuh kepada wartawan di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (22/2/2013).
Pria berusia 64 tahun ini tak mau lagi, Maung Bandung kembali mengalami kekalahan seperti di Kalimantan. Dia berharap, Firman Utina dan kawan-kawan tak hanya tampil bagus, tetapi juga harus mampu memenangkan pertandingan.
"Kalau dikatakan main bagus, harusnya menang. Kemarin kurang bagus. Bukan soal beruntung atau tidak. Tapi bagaimana caranya supaya kami beruntung," tegasnya.[den]

Rabu, 20 Februari 2013

Asri Sudah Tak Sabar Diturunkan jadi Starter








Sebab, ini kali pertama bagi Asri tampil sebagai starter, mengingat di lima laga sebelumnya Pelatih Djadjang Nurdjaman lebih memilih Hariono sebagai gelandang bertahan, ketimbang mantan pilar Persiba Balikpapan tersebut.

Dia pun berjanji tak ingin menyia-nyiakan peluang tersebut, untuk memberikan yang terbaik bagi Maung Bandung. Kendati lawan yang dihadapi adalah tim tangguh, bahkan sukses menjadi pemuncak klasemen sementara ISL musim ini.

"Sudah sangat siap, kalau nanti dipercaya inti. Ini pertama kali jadi pemain inti Persib di Liga. Saya akan betul-betul memanfaatkan kesempatan ini. Saya akan berusaha maksimal dan memberikan yang terbaik buat tim," ujar Asri kepada wartawan di Swiss Belhotel, Samarinda, Rabu (20/2/2013) pagi.

Pemain bernomor punggung 66 ini melanjutkan, dengan kondisi tim yang semakin baik, membuatnya semakin yakin Maung Bandung mampu mencuri poin. Terlebih dia mengaku sudah kenal baik akan karakter permainan tim asal Kalimantan itu, lantaran pernah membela Persiba selama beberapa musim.

"Ya sangat mengenal. Melihat tim Kaltim tahun ini, rata-rata mereka itu mengandalkan kecepatan, itu yang harus diantisipasi. Apalagi kata coach kita sedikit masalah dengan lawan yang mengandalkan kecepatan," ucapnya.

Disinggung mengenai target gol, pemain berambut gondrong ini mengaku tak terlalu ambisi. Dia hanya bisa berharap mampu memberikan yang terbaik bagi Persib, dalam pertandingan ini.

"Targetnya, ya berusaha dulu bermain bagus dan maksimal. Ingin perlihatkan, terutama ke pelatih kalau saya juga bisa. Dan kalau bisa, saya juga akan berusaha mencetak gol," pungkasnya. [ito]

Lawan Mitra Kukar, Asri dan SvD Siap Diturunkan







Pelatih Djadjang Nurdjaman mengatakan, dari sesi latihan terakhir, Firman Utina dan kawan-kawan difokuskan menjalani persiapan taktik untuk menghadapi tim Naga Mekes. Bahkan beberapa kesalahan yang terjadi ketika dibungkam Persisam Samarinda beberapa waktu lalu, kembali dibenahi agar tak lagi terulang nanti.

"Latihan hari ini sudah menjurus ke taktik, menjelang pertandingan lawan Mitra Kukar. Kita juga menutupi kesalahan-kesalahan sebelumnya. Prakteknya nanti harus sudah siap," ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan, Selasa (19/2) sore.

Sementara untuk mengantisipasi absennya Hariono, Djanur mengaku sudah menyiapkan Asri Akbar. Sedangkan untuk hal lain, mantan pelatih Pelita Jaya ini berharap anak asuhnya mampu memaksimalkan seluruh peluang yang didapat untuk menjadi gol, agar tak kembali menelan kekalahan seperti apa yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.

"Asri membuat saya tidak ragu, karena memang dia dipersiapkan terus. Buat saya, Asri tidak beda dengan Hariono. Cuma memang di empat pertandingan awal saja belum mendapat kesempatan main. Untuk Sergio, besar kemungkinan akan kita mainkan dari awal. Soalnya dia sudah semakin siap sekarang. Untuk komunikasi, tidak ada masalah. Dia juga sudah bisa berbaur dengan pemain lain. Kita juga akan berusaha memanfaatkan peluang sekecil apapun, termasuk tendangan bebas dan lain-lain," jelasnya.

Kendati demikian, Djanur tak dapat menahan perasaannya akan jadwal pertandingan kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013, yang dinilainya sangat merugikan Maung Bandung. Namun dia tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa berharap, di partai kandang nanti Firman Utina dan kawan-kawan mampu memaksimalkannya dengan kemenangan.

"Jujur sebenarnya kita sangat dirugikan dengan jadwal tandang dua ini. Dari tandang, kita harus tandang lagi. Kalau main dulu di kandang, setidaknya kita bisa memupuk mental bertanding anak-anak dulu, baru main lagi di tandang. Dan itu berpengaruh dengan poin, karena kita bakal ketinggalan dengan tim lain. Tapi nanti di kandang kita akan coba mengejar. Masih banyak pertandingan ke depan," harapnya.[ang]